Jumat, 04 Februari 2011

MARKUS HORISON


Muhammad Haris Maulana atau Markus Haris Maulana lahir di Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981, sebelumnya dikenal sebagai Markus Horison Ririhina adalah seorang pemain sepak bola asal Indonesia. Posisinya adalah penjaga gawang dan tinggi badannya 186 cm. Di tingkat klub ia memperkuat Persib Bandung yang bermain di Liga Super Indonesia. Sebelumnya ia bermain untuk Arema Indonesia. Markus dikenal memiliki kelebihan dalam menghadapi umpan lambung. Ia pernah terpilih sebagai pemain terbaik turnamen Piala Emas Bang Yos pada tahun 2006.

Di tingkat daerah, Markus pernah memperkuat tim Sumatera Utara pada PON XV 2000 di Jawa Timur dan PON XVI 2004 di Palembang. Di tim nasional Indonesia, Markus mengawali debutnya di turnamen internasional resmi dengan penampilan yang cemerlang saat Indonesia kalah 0-1 melawan Korea Selatan di Piala Asia 2007.

Kehidupan pribadi
Pada tanggal 27 November 2010 Markus menikahi pasangannya yang seorang artis, Kiki Amalia.

Karier
Sebelum Persib
Sebelum bergabung bersama Persib, ia sempat membela klub PSL Langkat, PS Batam, PSKB Binjai, PSMS Medan, Persik Kediri, PSMS Medan dan Arema Indonesia.

Persib Bandung
Ia dikontrak oleh Persib di pertengahan musim Liga Super Indonesia 2009/10. Penampilan pertamanya adalah ketika menggantikan Shintaweechai Hathairattanakool di menit ke-84 ketika bermain melawan Persisam Samarinda di Si Jalak Harupat.

Penghargaan
Markus merupakan orang Indonesia pertama sepanjang sejarah yang terpilih sebagai salah satu dari nominasi AFC untuk pemain terbaik Asia tahun 2009. Ia juga terpilih sebagai salah satu nominasi pemain dari Perang Bintang 2010, sebuah ajang sepak bola persahabatan yang mengumpulkan pemain-pemain sepak bola terbaik dari Liga Super Indonesia.

BIODATA LENGKAP MARKUS HARIS MAULANA:

Nama: Markus Haris Maulana
Tempat Tgl Lahir:Pangkalan Brandan Sumut, 14 Maret 1981
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Kiper

KARIR
1988 - 2000 Diklat PPLP Sumatera Selatan
2000 - 2001 PSL Langkat
2001 - 2002 PS Batam
2002 - 2003 PSKB Binjai
2003 - 2008 PSMS Medan
2008 - Persik Kediri
2009 PSMS Medan
2009 Arema Indonesia
2010 Persib Bandung
2007 - Sekarang - Timnas Indonesia

BAMBANG PAMUNGKAS


Bambang Pamungkas lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980 adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Indonesia Super League dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (168 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.

Karier profesional
Bambang menjaringkan 2 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Setahun kemudian, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.

Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.

Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia. Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.

BIODATA ENGKAP :

Nama : Bambang Pamungkas
Nama Panggilan : Bambang, Bepe
Tempat / Tanggal Lahir : Getas, Kabupaten Semarang / 10 Juni 1980
Agama : Islam

Orang Tua : H. Misranto (Ayah), Hj. Suriptinah (Ibu)

Kakak :
* Agus Handoko Misranto
* Agus Budhi Suseno
* Tri Agus Prasetijo
* Eni Kusumawati
* Nanik Setyowati

Adik : Dyah Ernawati
Istri : Tribuana Tungga Dewi

Anak :
* Salsa Alicia
* Jane Abel
* Syaura Abana
Cita-cita : Guru dan Chef
Pendidikan :
* Taman Kanak-kanak Bangun 1 Getas Kab. Semarang (1984-1986)
* SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Kab. Semarang (1986-1992)
* SMP Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3A (1992-1995)
* SMU Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3 IPS 2 (1996-1999)
* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rawamangun hanya 2 semester

Hobi : Membaca buku dan Memasak

Perjalanan karir: KLUB:
* SSB Ungaran Serasi (1988-1990)
* Diklat Salatiga (1990-1995)
* Persikas Kab. Semarang (1992)
* Persikas Apac Inti (1995-1999)
* Persija Jakarta (1999-2000)
* EHC Norad (2000-2001)
* Persija Jakarta (2001-2004)
* Selangor FC (2005-2006)
* Persija Jakarta (2007-sekarang)

Tim Nasional Indonesia: 1999-sekarang

CRISTIAN "EL LOCO" GONZALES


Timnas sepakbola Indonesia mendapat suntikan amunisi pemain asing naturalisasi dalam rangka menghadapi piala AFF bulan November 2010, yaitu Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Walaupun Christian Gonzales bisa dikatakan sudah “berumur”, tetapi reputasinya di persepakbolaan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bagi anda yang belum mengetahui kisah, profil dan biografi Christian Gonzales yang sekarang bermain untuk klub Persib Bandung, silahkan baca profilnya berikut ini :

BIODATA:
Nama lengkap: Christian Gerard Alvaro Gonzalez
Templat, tanggal lahir: Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976
Tinggi / Berat Badan: 177 cm / 80 Kg
Posisi: Striker
Julukan: El Loco
Istri: Eva Nurida Siregar
Anak: Fernando, Florencia, Amanda, Michael
Nomor Punggung Klub: 99

Klub:
1990-1995 Defensor Sporting
1995-1997 Sud America – Main 1 – Gol 0
1997-1999 Huracan Ctes (status: pinjaman) – Main 3 – Gol 0
1999-2000 Sud America – Main 12 – Gol 1
2000-2003 Deportivo Maldonado – Main 22 – Gol 1
2003-2005 PSM Makassar – Main 26 – Gol 27
2005-2008 Persik Kediri – Main 83 – Gol 88
2008-2009 Persib Bandung (status: pinjaman) – Main 16 – Gol 14
2009- Persib Bandung – Main 38 – Gol 32

Ia adalah salah satu Penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.

Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai gelandang serang, tapi produktivitasnya dalam mencetak gol sangatlah kurang. Di penghujung tahun 2002, setelah sempat bermain untuk sebuah klub di Portugal, Campo Mayor, Cristian Gonzales memutuskan menerima sebuah tawaran bermain di Indonesia, negeri asal istrinya, Eva Nurida Siregar. Karena itu, pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, Gonzales sudah berkostum PSM Makassar, klub pertamanya di Indonesia.

Setelah tinggal di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim, Gonzales bisa mengenal lebih jauh dunia Islam. Karena sudah berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, Gonzales mengenal Islam tidak hanya dari istrinya, tapi juga dari lingkungan sekitarnya. Tidak mengherankan kalau pria yang terkenal pendiam ini semakin memiliki kesan positif terhadap Islam.

Akhirnya, setelah menuntaskan musim pertamanya di Indonesia dengan mencetak 33 gol dan mengantarkan PSM menjadi runner-up LI IX/2003, Gonzales memutuskan masuk Islam pada tanggal 9 Oktober 2003.
Ustaz Mustafa, seorang ahli masjid di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, merupakan orang yang mengislamkan Gonzales. Sebagai seorang mualaf yang baru memeluk agama Islam, Gonzales masih memerlukan pembimbing.
Selain Ustaz Mustafa, Gonzales juga memiliki dua guru spiritual lainnya, yaitu Hj. Fatimah asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah di Gresik.Seperti dituturkan Eva, Hj. Fatimah merupakan seorang kepala dusun yang sudah menjabat selama 30 tahun di daerah Mojosari. Sedangkan Hj. Nurhasanah adalah pemilik sebuah majelis zikir di Gresik.

“Mereka adalah ibu angkat Gonzales dan keluarga kami. Mereka sangat sayang dan selalu memberikan bimbingan buat Gonzales dan keluarga kami sampai sekarang,” tutur Eva. Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar. Sebenarnya keinginannya untuk menjadi WNI (warga Negara Indonesia) sudah sangat lama. ”Saya sangat ingin jadi WNI. Bahkan saya sudah pernah mencoba bertanya ke imigrasi. Tapi, hingga sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Saya merasa dipersulit,” ujarnya, dengan nada tinggi.

Saat ke imigrasi itu, ada oknum yang menawari Gonzales. Dia bisa mulus keinginannya menjadi WNI, asal diminta uang. Berapa? Gonzales menyebut kisarannya sekitar ratusan juta. ”Jelas saya keberatan. Kalau pun ada uang, ndak sebanyak itu. Apalagi kami harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama berusaha mengurus administrasi untuk menjadi WNI, tidak ada pihak yang membantunya. ”Padahal, tujuan saya, ingin menjadi bagian dari Timnas agar sepak bola Indonesia bisa berprestasi di level internasional,” tuturnya.

Gonzales merasa, pengurus elite PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tidak menghendaki dia menjadi WNI. Padahal, lanjutnya, banyak negara lain yang melakukan itu. ”Kenapa PSSI tidak melakukan itu? Alasan untuk memakai pemain muda sampai sekarang juga belum berhasil,” tuturnya.

Dia menandaskan, keinginannya menjadi WNI sudah muncul sejak 2003. ”Selama berkarir di sini, saya sangat jarang pulang ke Uruguay. Terhitung baru sekali kembali ke Uruguay, yakni pada Agustus 2005. Itu pun hanya sepekan, ketika orang tua saya sakit keras hingga koma,” jelasnya.

Gonzales merasa sudah tak beda dengan WNI lainnya. Dia begitu mencintai Indonesia. ”Apalagi istri saya orang Indonesia,” tandasnya. Akankah tekatnya untuk menjadi WNI masih tetap menggelora, sementara upayanya banyak menemui kendala? ”Mungkin saya harus bersabar. Yang jelas, saya tidak akan meninggalkan Indonesia, meski nanti saya sudah tak lagi bermain bola,”
katanya.

OKTOVIANUS MANIANI


Namanya mungkin kalah tenar dibanding Irfan Bachdim. Tapi, kontribusi gelandang mungil ini pada kemenangan demi kemenangan timnas Indonesia di Piala AFF 2010 cukup krusial. Ya, dialah Oktovianus Maniani atau akrab disapa Okto. Inilah profil, biodata dan foto Okto.

Okto mengenal sepakbola sejak usai lima tahun. Okto kecil semula tidak percaya bakal bisa bermain di klub profesional secepat ini dan mengikuti jejak idolanya Elie Aiboy. Terlebih karena ia sendiri terlahir bukan dari keluarga pesepakbola.


Bahkan, bungsu pasangan Benyamin Maniani dan Dorci Maniani merupakan anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. Sehingga bermain sepakbola semula hanya untuk memberikan permainan kepada Okto kecil, layaknya anak laki-laki pada umumnya.


Tapi siapa yang menduga, bakat mengolah si kulit bundar pemain kelahiran Jayapura 27 Oktober 1990 yang hobi makan bakso ini cukup lumayan. Terlebih setelah ia terpilih bergabung dengan timnas Indonesia U-17 pada 2007 silam, yang kala itu dibesut pelatih Aji Santoso.


Di tangan Aji lah karakter permainan Okto dibentuk. Termasuk menempatkannya di posisi yang benar dari semula striker menjadi winger kiri. Padahal selama menimba ilmu di klub Tunas Muda Amali hingga di PON Papua, yang akhirnya mengantarkan dirinya masuk timnas junior, Okto adalah seorang tukang gedor.


Tubuhnya yang mungil memberikan keuntungan tersendiri. Yakni, pergerakannya yang cepat dan akselerasi yang baik. Tak heran jika Okto sudah mampu menjadi pilihan utama pelatih Erick William di PSMS, meski usianya masih terbilang belia dibandingkan pemain lain yang menghuni skuad Ayam Kinantan.


Biodata

Nama: Oktovianus Maniani
Kelahiran: Jayapura 27 Oktober 1990
Orang tua: Benyamin Maniani dan Dorci Maniani
Hobi: Makan Bakso
Tinggi/Berat Badan: 160 cm/ 50 kg
Idola: Ronaldo (Brasil), Elie Aiboy (Indonesia)

Karier Klub

1997-2006: Tunas Muda Amadi
2006-2007: Persipura U-23
2007: Asmat FC Merauke
2008: PON Papua dan PSMS Medan

Karir Timnas

2007: timnas U-17
2010: timnas senior

IRFAN BACHDIM


Siapa yang tidak mengenal Irfan Bachdim ? beliau ini adalah  pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda, yang saat ini tengah memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia juga tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi seperti striker, gelandang maupun sayap.

Irfan Bachdim ini sekarang sangat populer di kalangan pencinta sepak bola, terutama kaum hawa. karena beliau sangat perkasa di lapangan dan juga memiliki wajah yang tampan. dua hal itu menjadikan Irfan Bachdim bak artis saat ini.

Berikut Ini Profil Lengkap Irfan Bachdim :

Nama lengkap : Irfan Haarys Bachdim
Tanggal lahir : 11 Agustus 1988
Tempat lahir : Amsterdam, Belanda
Orangtua : Noval Bachdim (ayah), Hester van Dijic (ibu)
Posisi : Gelandang, Striker
Tinggi/berat: 178 cm/ 62 kg.
Pemain Favorit: Ricardo Kaka (Real Madrid/Brasil)
Hobi: dengar musik, jalan-jalan
Pacar: Jennifer Jasmin Kurniawan

Klub Junior
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999-2001 Ajax Amsterdam
2002 SV Argon
2003-2007 FC Utrecht

Klub Senior
2008-2009 FC Utrecht 1 (0)
2009 HFC Haarlem 0 (0)
2010Persema Malang 6 (3)

Tim nasional
2010- Indonesia

Debut pertama Irfan Bachdim bersama timnas Indonesia di awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010. Penampilan pertama Irfan Bachdim bersama timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan Bachdim sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut